Kasus Baru Covid-19 Lebih 4.000/Hari, Masihkah Kita Santai?

JAKARTA, Terrant.id – Sejak kasus pertama terkonfirmasi pada 2 Maret 2020, sudah lebih enam bulan pandemi Covid-19 membelenggu Bumi Pertiwi. Entah sampai kapan pandemi virus corona tipe 2 (SARS-CoV-2) ini berakhir.

Alih-alih mereda, penyebaran Covid-19 di negeri ini justru memperlihatkan tren peningkatan dari hari ke hari. Bak mesin diesel. Sejak 19 September 2020, kasus baru Covid-19 yang terkonfirmasi menembus angka 4.000/hari.

Dalam tiga hari terakhir, laju pertambahan kasus baru Covid-19 semakin pesat. Pada Rabu (23/9/2020) tercatat 4.465 kasus baru Covid-19 yang positif terkonfirmasi.

Esoknya atau Kamis (24/9/2020), kasus baru terkoreksi ke angka 4.634 dalam satu hari. Pada Jumat (25/9/2020), jumlah kasus baru Covid-19 yang terkonfirmasi dalam satu hari melesat ke angka 4.823 dan merupakan angka pertambahan kasus baru Covid-19 tertinggi dalam satu hari sejak 2 Maret 2020.

Dengan penambahan kasus baru yang hampir menembus angka 5.000/hari ini, total jumlah kasus Covid-19 di Indonesia pada Jumat (25/9/2020) tercatat di angka 266.845 dengan kasus kematian 10.218 setelah ada penambahan kasus kematian 113 orang dalam satu hari. Pada Sabtu (26/9/2020), pertambahan kasus baru Covid-19 menurun ke angka 4.494 dalam satu hari.

Jumlah kasus sebesar itu menempatkan Indonesia sebagai negara ke-23 dengan kasus Covid-19 tertinggi di dunia. Jauh di atas China sebagai negara asal virus SARS-CoV-2 yang ‘bertahan’ di angka  80 ribuan dengan kasus kematian 4.634.

Tingginya pertambahan jumlah kasus baru yang terkonfirmasi dalam sehari, bisa dibaca sebagai pertanda bahwa test PCR (Polymerase Chain Reaction) berjalan dengan baik. Itu sisi positifnya.

Negatifnya, berdasarkan data Kemenkes RI, hingga Jumat (25/9/2020) total jumlah yang menjalani test PCR baru mencapai angka 3.120.947 orang. Dari jumlah penduduk Indonesia sebanyak 274.203.253 jiwa, maka rasio test per 1 juta penduduk berada di angka 11.382.

Bandingkan dengan Singapura yang rasio testnya mencapai 459.299. Atau Malaysia 44.718), Filipina  yang jumlah kasus terkonfirmasinya tertinggi di Asia Tenggara yang rasio testnya 32.340.

Rasio test PCR Indonesia sedikit lebih rendah dari Bangladesh (11.437) yang tercatat sebagai negara ke-15 dengan kasus Covid-19 tertinggi di dunia yaitu 356.767 (kematian 5.093). Sebelumnya, Bangladesh disebut-sebut sebagai negara dengan rapid test dan test PCR terburuk di dunia.

Rendahnya rasio test PCR menjadi alarm bagi Indonesia untuk sesegara mungkin mengambil langkah-langkah strategis dan efektif dalam upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Rendahnya rasio test PCR itu bisa dibaca sebagai indikasi bahwa jumlah kasus baru Covid-19 akan terus bertambah banyak di hari-hari mendatang. Masihkah kita tetap santai dan memandang sebelah mata virus corona tipe 2 yang berukuran 125 nanometer atau sekitar 1/1 miliar meter ini? (Hasanuddin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *