MEMBANGUN SEKOLAH BERBASIS KESELAMATAN

HENDRAJATI, S.PD
(PRAKTISI/PEMERHATI K3, PENDIRI HSE INDONESIA, PENULIS K3 & TRAINER)

 

Seperti pembahasan sebelumnya pada Artikel membangun safety leadership di dunia pendidikan bahwa sekolah sudah menerapkan system managemen yang di adop dari dunia industry termasuk didalamnya manajemen mutu, begitupun dari segi kesehatan beberapa sekolah sudah menyediakan ruang UKS maupun kantin sehat, dibidang lingkungan hidup pun pihak sekolah telah menerapkan sekolah Adiwiyata, akan tetapi ada satu hal yang terlupakan yaitu Faktor Keselamatan warga sekolah yang terdiri dari keselamatan siswa, tenaga pendidik serta tenaga kependidikannya. Sistem manajemen sekolah dikelola, mutu sekolah diperhatikan kualitasnya, kesehatan diupayakan, lingkungan hidup diupayakan untuk mendapat label sekolah adiwiyata sedangkan kita lupa untuk mengelola keselamatan manusianya, keselamatan SDM generasi penerus bangsa, generasi yang tertib, patuh, disiplin, dan memanusiakan manusia.

Bagaimana cara membudayakan keselamatan disekolah ? Harus dimulai dari kesadaran serta komitmen pimpinan tertinggi di institusi tersebut yaitu Kepala Sekolah. Pimpinan merupakan Agent of Changes/Agen pembaharuan, ditangannya lah kebijakan sekolah tentang komitmen pelaksanaan K3 dikendalikan. Peran pemerintah sebagai regulator juga tidak kalah pentingnya seharusnya pihak Kemnaker dan Mendikbud bekerjasama untuk menerapkan system Keselamatan di dunia pendidikan dari awal, tidak hanya diperkenalkan kemudian diaplikasikan diperusahaan-perusahaan saja karena setiap warga negara berhak mendapatkan jaminan keselamatan, perlindungan, kemanusiaan dan keadilan.

Kenapa perlu di implementasikan di sekolah ? baiklah kita akan membahas juga mereview kejadian-kejadian kecelakaan yang pernah terjadi di dunia pendidikan yang berdampak terganggunya proses belajar mengajar khususnya bagi siswa maupun guu yang mengalami kecelakaan, kerugian materiil, non materiil, air mata yang menetes dari keluarga korban serta dampak seumur hidup bagi si korban. Beberapa kejadian kecelakaan yang terjadi disekolah akan penulis paparkan sebagai berikut

  1. Tahun 2012 seorang ibu guru taman kanak-kanak jari kelingking terjepit loker siswa, ketika ibu guru sedang merapikan loker tiba-tiba seorang murid menutup loker dengan sangat keras, ibu guru menjerit dan meangis kesakitan ujung jari kelingking nyaris remuk akhirnya jari kelingking harus diamputasi dokter.
  2. Dua siswa SD bercanda keterlaluan pensil yang baru diraut siswa ditancakan diatas telapak temannya.
  3. Saat jam istirahat sekolah di taman kanak-kanak anak-anak berlari kesana kemari namun tiba-tiba seorang siswi terpental karean tertabrak ayunan, bibirnya berdarah karena benturan diatas lantai.
  4. Di SMA saat bermain basket seorang siswa terjatuh yang mengakibatkan ruas tulang dilengannya patah.(sumber Kompasiana.com)
  5. Anak usia sekolah menurut berbagai data statistik tiap tahunnya menyumbang jumlah kecelakaan dijalan yang cukup besar. Tahun 2017 angka kecelakaan lalu lintas terbanyak justru terjadi dijam jam pergi dan pulang sekolah sebanyak 24.023 pelajar dan mahasiswa terlibat kecelakaan lalu lintas selama bulan Januari sd Mei.
  6. Tahun 2018 tingkat kecelakaan disalah satu kota di Indonesia mencapai 45% didominasi oleh pelajar atau anak dibawah umur.
  7. Bulan Nopember 2016 seorang guru SMP dikabupaten Gowa Sulawesi Selatan melempar pulpen ke siswa sehingga pulpen menanca dimata kanan siswa
  8. Februari 2018 siswa kelas 9 SMPN 1 kertosono tewas jatuh dari tangga sekolah
  9. November 2018 seorang siswi SD Kanisius Demangan baru sleman terpeleset dan terjatuh dari lantai 3 gedung sekolah, siswi selamat dibawa ke IGD rumah sakit
  10. Maret 2016 siswa kelas 6 SDN 003 jalan biola Kelurahan Bontsng baru jatuh dari lantai 2 , siswa mengalami luka parah
  11. Oktober 2014 siswa SMP 163 Jakarta tewas terjatuh dari lantai 4

 

Sedikit contoh kejadian real diatas bisa memberikan gambaran kepada kita bahwa memang sangat diperlukan pihak sekolah memperhatikan faktor keselamatan warga sekolah, terlepas siapa yang benar atau siapa salah yang jelas pihak  paling menderita adalah Korban kecelakaan itu sendiri, citra sekolah pun akan ikut berdampak dimata masyarakat yang tidak mengetahui kejadian sebenarnya. Sekolah yang seharusnya menjadi tempat aman, nyaman bagi siswa menuntut ilmu, tempat kegiatan belajar mengajar guru kepada siswa  sesaat bisa berubah menjadi tempat yang mencekam dan penuh tangisan air mata disebabkan kecelakaan yang terjadi.

Kecelakaan adalah sesuatu yang sangat tidak diinginkan, terjadi sepersekian detik tanpa diduga, tanpa disengaja, bisa terjadi kapan saja, kepada siapa saja dan tanpa pandang bulu. Faktor penyebab kecelakaan disekolah karena kondisi tidak aman serta perilaku yang tidak aman. bila dirinci lebih jauh bisa karena faktor ketidak sengajaan, bercanda kelewat batas, alat bermain tidak standart, desain peralatan juga bangunan yang tidak aman, pengawasan kurang, pengetahuan siswa serta guru tentang keselamatan yang sangat minim dll.

Dari 11 contoh  kejadian kecelakaan diatas bisa diambil kesimpulan ada 5 potensi bahaya yang bisa menimbulkan kecelakaan yaitu pertama terjepit atau cedera jari/tangan objek nya meja,kursi, pintu, loker siswa. Kedua tertancap benda tajam/tumpul objeknya pensil, pena, paku, mainan ayunan. Ketiga terjatuh akibat kepeleset, tersandung. Kempat tertimpa benda seperti pohon, asbes langit-langit kelas, meja, kursi, kejatuhan pintu maupun dinding kelas. Kelima Tertabrak/ditabrak oleh teman, kendaraan, ayunan benda.

Bagaimana menerapkan keselamatan dilingkungan sekolah? Pihak sekolah perlu melakukan identifikasi aktifitas kegiatan siswa/warga sekolah secara detail mulai dari awal masuk sekolah hingga pulang sekolah beserta bahaya setiap aktifitas serta cara pencegahan bahaya dari setiap aktifitas warga sekolah atau yang lebih dikenal dalam istilah Safety adalah Hazard Identification Risk Assessment and Determine Control ( HIRADC).

Sosialisasi perlunya warga sekolah mengerti tentang pentingnya keselamatan harus sering dilakukan disekolah baik melalui upacara bendera, poster-poster, spanduk-spanduk, pertemuan antar guru, orang tua siswa, dikelas-kelas bisa juga dilakukan melalui media sosial (FB, WA, Instagram, twitter, line dll) dan yang terpenting kepala sekolah wajib membuat kebijakan keselamatan sebagai bukti komitmen secara tertulis pimpinan tertinggi untuk mengimplemetasikan keselamatan di sekolah yang di pimpinnya.

Inspeksi rutin juga perlu dilakukan terhadap kondisi gedung/bangunan, peralatan/perlengkapan, mesin-mesin, kondisi peralatan listrik AC, ELCB, tabung pemadam api, kotak P3K, kendaraan operasional sekolah dll. Untuk kemudian ilakukan tindakan perbaikan bil masih ditemukan banyak kondisi tidak aman di lingkungan sekolah.

 

Kemudian apa yang harus dilakukan pihak sekolah dan orang tua guna menciptakan suasana sekolah yang aman, nyaman, selamat dalam proses belajar mengajar disekolah?

Pihak sekolah

  1. memberikan bekal pengetahuan keselamatan di sekolah, rumah, dan jalan raya kepada siswa sebagai pelajaran tambahan guna mengedukasi siswa.
  2. memastikan sarana prasaran, fasilitas sekolah serta perlengkapan keselamatan standart dan memiliki pengaman memadai.
  3. Memasang rambu-rambu, poster-poster, spanduk keselamatan disekolah
  4. Menyiapkan P3K di tiap kelas, ruangan guru juga ruangan kepala sekolah akan lebih baik memiliki klinik/ruang UKS sendiri
  5. Sediakan alat pemadam api ringan secara proporsional
  6. Jangan bosan memberikn peringatan kepada siswa akan hal-hal yang bisa membahayakan diri mereka
  7. Membuat jadwal awareness keselamatan serta jadwal inspeksi terencana terhadap kondisi bangunan dan peralatan lainnya
  8. Sekolah harus mempunyai kendaraan standbye yang secara khusus disiapkan utk melakukan pertolongan saat keadaan emergency yang perlu penanganan medis kerumah sakit
  9. Buat rute keadaan darurat/emergency serta menentukan tempat berkumpul darurat
  10. Sekolah membuat prosedur yang diperlukan terkait keselamatan warga sekolah.
  11. Siapkan guru piket yang bisa mengawasi dan mendampingi siswa disetiap kegiatannya
  12. Sangat baik bila sekolah memiliki asuransi kecelakaan bagi peserta didiknya.

 

Pihak Orang Tua

  1. Bekali anak-anaknya pengetahuan keselamatan saat berada didalam mobil, membonceng sepeda motor, menyebrang jalan, dan potensi-potensi bahaya yang mungkin bisa terjadi dirumah, sekolah serta jalan raya.
  2. Orang tua memberikan contoh keteladanan bagi anak-anaknya alam berperiaku aman dimanapun berada
  3. Berkoordinasi dengan sekolah bila menemukan kondisi/keadaan tidak aman disekolah.
  4. Aktif mengikuti pertemuan-pertemuan wali murid dengan guru yang diadakan pihak sekolah

Semoga kedepan pemerintah bisa mewajibkan kepada sekolah untuk menerapkan keselamatan di dunia pendidikan sehingga tidak hanya melahirkan generasi yang cerdas saja, namun generasi sehat, mencintai lingkungan sekitar, mampu menjaga keselamatan diri dan keselamatan lingkungan sekitarnya, menjadikan masyarakat Indonesia yang tertib, bersih, rapi serta berkemajuan. (HJ.30052019)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *