Pandemi Covid-19, WHO Prediksi Kehidupan Normal di 2022

WHO memperkirakan kehidupan akan kembali normal seperti sebelum adanya pandemi Covid-19 di tahun 2022. Tetap di rumah, jaga jarak, menghindari kerumunan, menggunakan masker, rajin cuci tangan, menjaga kebersihan dan kesehatan, merupakan tindakan yang harus dilakukan hingga vaksin virus corona benar-benar sukses diujicobakan.

 

JAKARTA, Terrant.id – Kapan masa pandemi Covid-19 akan berakhir? Pertanyaan ini menggelayut di setiap dada insan di muka bumi ini.  Pandemi virus corona telah membuat warga di seluruh dunia tidak bisa merasakan kehidupan normal seperti sebelum pandemi.

Anda yang berharap bahwa kehidupan akan kembali berjalan normal di awal 2021 begitu vaksin anti virus corona tipe 2 (SARS-CoV-2) diproduksi massal, harus menelan ludah dan lebih bersikap lapang dada. Sebab, menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), kehidupan akan kembali normal di tahun 2022.

“Orang membayangkannya adalah bahwa di bulan Januari (2021) Anda memiliki vaksin untuk seluruh dunia dan semuanya akan mulai kembali normal. Bukan begitu cara kerjanya,” kata Kepala Sains WHO, Dr Soumya Swaminathan dalam konferensi pers virtual dari Jenewa, Swiss, sebagaimana dilansir laman CNN, Jumat (18/9/2020).

Ia memperkirakan kehidupan akan kembali berjalan normal seperti sebelum adanya pandemi Covid-19 di tahun 2022. “Saya pikir bisa jadi pada 2022 kita akan mulai berpikir untuk kembali ke kehidupan normal seperti saat sebelum pandemi,” kata Swaminathan.

Menurutnya saat itu banyak orang sudah mulai mendapatkan vaksin sehingga kekebalan tubuh mengalami peningkatan. Awal 2021 dinilainya sebagai masa uji coba vaksin.

“Semua uji coba yang sedang berlangsung, memiliki tindak lanjut selama setidaknya 12 bulan. Itu adalah waktu untuk memastikan Anda tidak mengalami efek samping jangka panjang setelah beberapa minggu pertama.”

Untuk saat ini hingga akhir 2021, vaksin masih belum mencukupi. Ia mengatakan asosiasi vaksin yang mengumpulkan vaksin dan menyalurkannya ke negara-negara secara adil, Covax WHO, hanya bisa menyediakan ratusan juta hingga pertengahan tahun depan.

Produksi vaksin baru akan mencapai target 2 miliar di akhir 2021, dan jumlah itu cukup memadai untuk melawan virus corona SARS-CoV-2.

Jadi, Swaminathan mengingatkan, semua warga di dunia harus mempertahankan tindakan yang saat ini diterapkan. Yaitu menjaga jarak (physical dan social distancing), mengenakan masker, rajin cuci tangan, dan selalu menjaga kebersihan.

Sementara itu, sejumlah negara saat ini berlomba-lomba membuat vaksin SARS-CoV-2. China misalnya, meyakinkan bahwa vaksin akan bisa diakses pasar lokal pada awal November atau Desember 2020.

Presiden AS, Donald Trump, juga menegaskan vaksin untuk warganya datang tak lama lagi. “Bisa tiga atau empat minggu,” katanya dikutip dari AFP. (Has)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *